Kemajuan TIK dan Industri Buku di Indonesia

Buku merupakan sebuah media baca yang paling banyak digunakan dan murah. Walaupun sudah berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, buku masih belum tergantikan oleh media lain. Penggunaan buku yang semakin meluas sangat berkaitan dengan kondisi industri buku disuatu tempat. Jika industri bukunya baik pasti akan mempermudah masyarakat untuk membaca buku dan akan menjadikan kebiasaan membaca bagi masyarakat. Jika kita melihat di Negara-negara maju budaya baca yang tinggi disaingi dengan industri bukunya yang maju, lalu bagaimana dengan Negara-negara berkembang? Indonesia merupakan salah satu negara berkembang

Dihari peringatan buku nasional yang jatuh pada 23 mei 2011 , kembali diperbincangkan tentang industry buku di Indonesia. Minat keterbacaan masyarakat dan daya beli masyarakat terhadap buku masih rendah. Minat baca masyarakat Indonesia masih rendah, Kondisi saat ini tercatat satu buku dibaca sekitar 80.000 penduduk Indonesia. Hal ini dikatakan oleh Direktur Eksekutif Kompas Gramedia, Suwandi S Subrata sebagaimana ditulis dalam laman www.kompas.com pada Rabu (29/2) yang menyebutkan bahwa pada tahun 2011 tercatat produksi buku di Indonesia sekitar 20.000 judul buku. Jika dibandingkan dengan penduduk Indonesia yang sekitar 240 juta, angka ini sangat memiriskan. Satu buku dibaca 80.000 orang. Jumlah ini sangat tidak masuk akal, katanya. Jika dari minat bacanya sudah rendah , apalagi dengan minat tulisnya.

Beberapa pendapat tentang persoalan rendahnya minat baca masyarakat. Harga buku yang relatif mahal, kondisi ini memperburuk minat baca masyarakat karena daya beli masyarakat yang rendah, masyarakat lebih memilih membeli keperluan lain daripada membeli buku yang harganya masih terbilang tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2003 mensinyalir penduduk Indonesia berumur di atas 15 tahun yang membaca koran pada minggu hanya 55,11%. Sedangkan yang membaca majalah atau tabloid hanya 29,22%, buku cerita 16,72%, buku pelajaran sekolah 44,28% dan yang membaca ilmu pengetahuan lainnya hanya 21,07%.

Dari data diatas kita dapat melihat bagaimanana minat baca masyarakat terhadap buku. Existensi buku di masyarakat disinyalir masih kalah dengan media-media lain seperti Koran dan majalah. Minat baca masyarakat yang unik, ada yang membaca buku diwaktu senggang saja ada yang membaca buku sebelum tidur dan sebagainya.

Semakin majunya perkembangan teknologi informasi, semakin mudahnya seseorang dalam beraktifitas. Seperti dalam membaca kini kita dapat membaca lewat gadget-gadget seperti laptop, smartphone. Pc tablet dan sebagainya. Oleh karena itu masyarakat jadi semakin malas untuk membeli buku karena kini sudah ada e-book yang berbentuk software lebih praktis  dan tidak perlu repot membawa berbagai buku.

Dalam perkembangan TIK ini menjadi tantangan bagi peindustrian buku di Indonesia bagaimana memproduksi buku yang diminati masyarakat dan menambah daya baca dan beli masyarakat terhadap buku.

Referensi :

http://edukasi.kompasiana.com/2012/03/16/rendahnya-minat-baca-bangsa/

http://the-marketeers.com/archives/industri-buku-cetak-tidak-akan-mati.html

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s