Penggunaan Grapic Tablet (Tablet Grafis) dalam pembelajaran di Carrot Academy

Inovasi berarti ide atau gagasan atau praktek atau produk yang dianggap baru oleh masyarakat yang menggunakannya, dengan tujuan agar lebih efisien, efektif, relevan, berkualitas dan bermanfaat.

Tablet grafis adalah perangkat keras peranti masukan komputer yang membolehkan pemakainya untuk menggambar dengan tangan dan memasukkan gambar atau sketsa langsung ke komputer, layaknya menggambar di atas kertas menggunakan pensil.

Sebuah tablet grafis terdiri dari tablet digital dan sebuah kursor ataupun sebuah pena digital (pen). Tablet digital memiliki permukaan yang pipih sebagai alas gambar yang terdiri atas perlengkapan elektronik yang dapat mendeteksi gerakan kursor atau pena digital kemudian menerjemahkannya menjadi sinyal digital yang dikirim langsung ke komputer. Setiap titik atau gerakan pada tablet merepresentasikan titik atau gerakan pada layer monitor, inilah yang membedakannya dengan fungsi mouse yang tergantung pada letak kursor. Hasil gambar tidak akan terlihat pada tablet itu sendiri, melainkan pada monitor komputer.

Inovasi pemanfaatan Tablet Grafis sebagai media pembelajaran, merupakan salah satu inovasi yang diterapkan di tempat les Carrot Academy.  Tablet Grafis ini digunakan sebagai media pembelajaran untuk semua siswa pada program ilustration faculty dan boot camp . Munculnya inovasi ini dikarenakan ketika sang ilustrator membuat karya di digital pasti akan sulit jika menggunakan mouse, lalu digunakanlah tablet grafis agar mudah.

Penjelasan Berdasarkan Karakteristik Inovasi

1. Keunggulan relatif (relative advantage)

Penggunaan tablet grafis untuk menggambar dalam digital lebih mudah dibaning menggunakan mouse . Siswa akan lebih tertarik dan aktif dalam menggambar.

2. Kompatibilitas (compatibility)

Tablet Grafis sesuai dengan nilai-nilai saat ini (era digital) dimana sedang tingginya penggunaan alat-alat berteknologi tinggi yang memudahkan manusia dalam bekerja.

3. Kerumitan (complexity)

Inovasi ini dengan mudah dapat digunakan oleh para pengadopsi yaitu guru dan siswa. Dengan langsung menerapkannya di kelas , siswa ingin sekali mencoba menggunakan tablet grafis untuk menggambar . Ini membuat minat siswa terhadap pembelajaran menjadi meningkat

4. Kemampuan diujicobakan (trialability)

Penggunaan tablet grafis terbukti memudahkan manusia untuk membuat karya seni gambar digital dengan banyaknya karya – karya yang ada , di carrot academy ini sudah dilakukan dalam semua programnya.

5. Kemampuan diamati (observability)

Penggunaan tablet grafis dapat kita lihat pada situs youtube atau di carrot academy

Penjelasan Berdasarkan Proses Pengambilan Keputusan Inovasi

1. Tahap Pengetahuan (knowledge)

Putra Adi (Artupida) digital imaging dan illustrator artist , sebagai pendiri carrot academy Sebagai seorang guru, ia memiliki kedudukan sebagai opinion leader di dalam kelas, sebab inovasi ini merupakan inovasi pada level kelas, sehingga Beliau memiliki wewenang penuh terhadap siswanya. Beliau mulai memberikan informasi seputar tablet grafis yang beliau manfaatkan kepada calon adopter yaitu seluruh siswa asuhannya, sehingga calon adopter memiliki gambaran umum .

2. Tahap Persuasi (persuasion)

Pada tahap ini guru menghimbau para calon adopter (siswa) untuk mencoba menggunakan tablet grafis selama proses pembelajaran berlangsung, serta menjelaskan manfaat yang akan diperoleh, sehingga akan membangun kesadaran dalam diri siswa untuk berperilaku sebagai active learner.

3. Tahap Pengambilan Keputusan (Decision)

Pada tahap ini individu akan memutuskan untuk mengadopsi atau tidak suatu inovasi. Dalam hal ini inovasi yang didifusikan berasal dari orang yang memiliki wewenang penuh terhadap calon adopter yaitu guru, sehingga dapat dikatakan proses difusi inovasi yang berlangsung bersifat otoritas. Otoritas adalah keputusan yang dipaksakan kepada seseorang (siswa) oleh individu yang berada dalam posisi atasan (guru). Maka seluruh siswa mau tidak mau harus mengadopsinya. Namun proses keputusan ini berlangsung secara bertahap.

4. Tahap Pelaksanaan (implementation)

Pada tahapan ini siswa sebagai adopter mulai menggunalan tablet grafis untuk menggambar dengan cara atau prosedur yang telah dijelaskan oleh sang guru (pada tahap pengetahuan). Di awal pelaksanaan masih banyak siswa yang bermain-main menggunakannya.

5. Tahap Konfirmasi (Confirmation)

Pada tahap konfirmasi siswa menyadari banyaknya kemudahan yang didapat selama menggunakan tablet grafis. Siswa memutuskan untuk menggunakan menggunakan tablet grafis untuk menggambar / mendesain.

Akibat Inovasi tablet grafis dalam pembelajaran di carrot academy :

Akibat langsung: pembelajaran berjalan lebih efektif dan efisien.

Akibat tidak langsung: tidak perlu menggunakan kertas, penghapus dan pensil

Akibat yang diinginkan: Siswa menjadi lebih giat dalam berkarya

Akibat yang tidak diinginkan dan tidak terantisipasi, kurangnya pemberitahuan dari guru tentang cara penggunaan yang baik, dapat mengakibatkan kerusakan alat.

Kesimpulan :

Saat ini era digital sedang berlangsung dimana setiap orang semakin mudah dalam mengerjakan sesuatu , termasuk mengambar kita bisa menggunakan tablet grafis untuk mengambar digital dimana akan dibantu oleh software-software seperti adobe photoshop, corel draw dan lain sebagai . Kita tidak perlu membuang kertas jika salah , karena di digital kita bisa buat banyak hal . Penggunaan tablet grafis di carrot academy membuat siswa menjadi lebih giat dalam berkarya karena kemudahan dalam mengunakannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s