Apa itu Meta Analisis

  1. A.     Pengertian

Meta-analisis adalah tehnik yang digunakan untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif dengan cara mencari nilai efek size ( Barbora 2009; Sutrisno, Hery, Kartono 2007 ). Efek size dicari dengan cara mencari selisih rata-rata kelas eksperimen dengan rata-rata kelas control, kemudian dibagi dengan standar deviasi kelas control.

Menurut Merriyana (2006: 104)  secara sederhana meta-analisis dapat diartikan sebagai analisis atas analisis. Sebagai penelitian, meta-analisis merupakan kajian atas sejumlah hasil penelitian dalam masalah yang sejenis. Meta-analisis merupakan salah satu cara membuat rangkuman hasil penelitian secara kuantitatif.

Menurut Glass (dalam Sutrisno, 2007), meta-analisis dimulai dengan menetapkan domain penelitian yang akan ditelusuri. Penetapan domain itu dapat dilakukan berdasarkan variabel bebas, variabel  terikat, atau hubungan sebab akibat. Langkah berikutnya adalah memilih jenis publikasi yang akan dikumpulkan misalnya buku teks, laporan hasil penelitian, artikel yang ditulis untuk jurnal, makalah yang disampaikan dalam seminar, monogram dan lain-lain. Selain menentukan jenis publikasi yang akan dikumpulkan, perlu juga dilakukan penentuan batas waktu atau periode publikasi itu. Pembatasan periode waktu perlu dilakukan bukan hanya untuk kepentingan praktis tapi juga untuk kekhassannya.

  1. B.     Tujuan

Menurut Sack dkk, ada empat tujuan utama dari percobaan analisis Meta, yaitu:

  1. Untuk meningkatkan daya pada titik akhir primer dan pada sub kelompok yang mana ukuran sampel yang asli terlalu kecil sehingga menunjukkan statistik secara signifikan.
  2. Untuk menyelesaikan ketidakpastian hasil laporan.
  3. Untuk meningkatkan perkiraan ukuran efek.
  4. Untuk menjawab pertanyaan yang tidak diajukan sebelumnya.
  5. C.     Jenis-jenis penelitian meta-analisis :
  6. Penelitian Eksperimental

Penelitian eksperimental adalah metode ilmiah yang paling meyakinkan. Karena peneliti sebenarnya memberikan perlakuan yang berbeda dan kemudian studi efek mereka, hasil dari penelitian jenis ini cenderung mengarah pada menerima atau menolak interpretasi secara jelas.

  1. Penelitian Korelasional

Tipe lain dari penelitian dilakukan untuk menentukan hubungan antara dua atau lebih variabel dan mengeksplorasi implikasi mereka untuk sebab dan akibat; ini disebut penelitian korelasi-nasional. Jenis penelitian ini dapat membantu kita membuat prediksi lebih cerdas. Singkatnya, penelitian korelasional bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana variabel yang satu atau lebih ada hubungan dari beberapa tipe.

  1. Penelitian Penyebab-Perbandingan

Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan penyebab atau konsekuensi dari perbedaan antara kelompok-kelompok orang, ini disebut kembali pencarian kausal-komparatif.

  1. Penelitian Survei

Tipe lain dari menentukan data penelitian untuk memperoleh karakteristik yang spesifik sebuah kelompok. Ini disebut survei pencarian ulang. Ini macam pertanyaan terbaik dapat dijawab melalui berbagai teknik survei yang mengukur sikap berbagai faktor terhadap kebijakan pemerintahan. Sebuah survei deskriptif melibatkan pasangan pertanyaan yang sama menanyakan (sering disiapkan dalam bentuk pertanyaan tertulis kuesioner atau tes kemampuan) dari sejumlah besar individu seluruh siswa melalui pos, melalui telepon, atau secara pribadi. Ketika sebuah jawaban untuk satu set pertanyaan diminta secara pribadi, penelitian ini disebut wawancara. Kemudian tanggapan dicatat dan dilaporkan, biasanya dalam bentuk frekuensi atau persentase dari mereka yang menjawab dengan cara tertentu untuk setiap pertanyaan.

  1. Penelitian Etnografi

Pada semua contoh yang disajikan sejauh ini, pertanyaan yang diminta melibatkan seberapa baik, berapa banyak, atau seberapa efisien pengetahuan, sikap, atau pendapat dan sejenisnya yang sedang dikembangkan. Kadang-kadang, bagaimanapun, para peneliti mungkin ingin memperoleh gambaran yang lebih lengkap dari proses pendidikan daripada memberikan jawaban untuk pertanyaan di atas. Ketika mereka melakukan beberapa bentuk untuk pencarian ulang disebut penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif berbeda dari metodologi (kuantitatif) sebelumnya dalam kedua metode dan filsafat yang mendasarinya.

Untuk mendapatkan beberapa wawasan ke dalam masalah seperti itu, sebuah studi etnografis dapat dilakukan. Penekanan dalam jenis penelitian adalah mendokumentasikan atau menggambarkan pengalaman sehari-hari individu dengan mengamati dan wawancara mereka dan orang lain yang relevan. Sebuah ruang kelas SD, misalnya, mungkin dapat diamati pada kebiasan sebagai dasar, para siswa dan guru dilibatkan mungkin diwawancarai dalam upaya untuk menjelaskan, sepenuhnya dan sebanyak mungkin, apa yang terjadi di kelas.

  1. Penelitian Sejarah

Dalam hal ini jenis penelitian, beberapa aspek masa lalu dipelajari, baik oleh meneliti dokumen periode atau oleh individu wawancara yang hidup selama ini. Peneliti kemudian mencoba untuk merekonstruksi sebagai ketepatan mungkin apa yang selama waktu itu dan untuk menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Masalah utama dalam penelitian sejarah adalah memastikan bahwa dokumen atau individu benar-benar datang dari (atau hidup selama) periode yang diteliti, dan sekali ini tidak dapat dipungkiri, bahwa memastikan apakah dokumen atau perkataan individu itu benar.

  1. Penelitian Tindakan

Penelitian Tindakan berbeda dari semua metodologi sebelumnya dengan dua cara mendasar. Yang pertama adalah bahwa generalisasi untuk orang lain, pengaturan, atau situasi adalah minimal penting. Mencari generalisasi yang kuat, penelitian tindakan (sering guru atau profesional pendidikan lainnya, lebih baik daripada peneliti profesional) fokus pada mendapatkan informasi yang akan mampu untuk merubah kondisi mereka dalam situasi tertentu yang mereka secara pribadi terlibat

  1. 8.      Metode

Penelitian meta analisis ini merupakan penelitian yang menggunakan data sekunder berupa data-data dari hasil penelitian sebelumnya  Dengan demikian penelitian ini dapat disebut sebagai penelitian yang bersifat ex post facto yang berbentuk survey dan analisis kepustakaan terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melaksanakan suatu meta analisis:

1) Glass (1981) = fokus pada deteksi dari moderator variabel.

2) Hedges dan Olkin (1985) = memakai teknik weighted least squares

3) Rosenthal dan Rubin (1991) = sama seperti Hedges-Olkin, bedanya hanya pada test signifikansi untuk mengkombinasikan effect size

4) Hunter dan Schmidt (1990) = bedanya dengan yang lain adalah metode ini berusaha  mengkoreksi error potensial sebelum meta-analysis mengintegrasikan effect study antar studi.

Tehnik Hunter dan Schmidt lebih sering digunakan karena teknik ini dianggap oleh para peneliti sebagai teknik yang  paling lengkap, karena selain dapat dipergunakan untuk mengkaji effect size, teknik Hunter Schimidt dapat juga dipergunakan untuk mengkoreksi kesalahan sebagai akibat error of measurement, maupun man made error (artifact) yang lain.

Dalam upaya melakukan sintesa dari beberapa penelitian, terlebih dahulu dilakukan koreksi terhadap artefak atau ketidaksempurnaan penelitian (Sugiyanto,2004). Hunter & Schmidt (1990) menyebutkan sedikitnya ada 11 artefak yaitu:

  1. Kesalahan pengambilan sampel
  2. Kesalahan pengukuran pada variabel dependen
  3.  Kesalahan pengukuran pada variabel independent
  4. Dikotomi variabel dependen
  5. Dikotomi variabel independent
  6. Variasi rentangan dalam variabel independent
  7. Artefak atrisi
  8. Ketidaksempurnaan validitas konstruk pada variabel dependen
  9. Ketidaksempurnaan validitas konstruk pada variabel independen
  10. Kesalahan pelaporan atau transkripsi
  11. Varians yang disebabkan oleh faktor luar.

Hunter, J.E., & Schmidt, F.L.(1990 )mengemukakan langkah-langkah / metode analisis korelasi meta analisis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a.  Transformasi harga F ke dalam t, d, dan r

b.  Bare Bone Meta Analysis: Koreksi Kesalahan sampel

1). Menghitung mean korelasi populasi

2). Menghitung varians rxy  

3). Menghitung varians kesalahan pengambilan sampel

4). Dampak pengambilan sampel

c.   Artefak yang lain: Koreksi Kesalahan Pengukuran

1). Menghitung mean gabungan

2). Menghitung korelasi populasi yang dikoreksi oleh kesalahan pengukuran

3). Interval kepercayaan

4). Dampak variasi reliabilitas

SUMBER:

http://syehaceh.wordpress.com/2008/05/15/konsep-meta-analysis/

http://elfrieda.wordpress.com/2011/12/03/meta-analisis/

http://qoskawza.blogspot.com/2013/04/penelitian-meta-analysis.html

cobaberbagi.wordpress.com/2010/02/15/meta-analisis/

http://chatroks.blogspot.com/2012/09/meta-analisis.html

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s